Archive for : October, 2012

installasi yang melelahkan

Dimanapus OS nya yang namanya installisasi memang melelahkan. installisasi sepertihalnya mengcustoms biar cocok dengan pengguna.

mungkin disaat ini pengguna akan sadar ternyata untuk memenuhi keinginannya sendiri sangat menyusahkan. jadi bisa untuk bahan instrospeksi untuk tidak memaksakan kehendak ke orang lain.

saat ini saya ngerasain installasi di MAC yang semua applikasinya ga punya, dan konon kabarnya semua applikasi ada di awan/internet jadi kita harus siapin bandwith yang lumayan gede untuk mengunduk semua applikasi itu.

installasi di mac tergolong simple kalo pakai range 0 – 10 installasinya dapat nilai 8. sayangnya apple belum punya repository lokal yang ada disuatu negara sesuai dengan pengguna, kan kalau begitu akan hemat bandwith.

saya sudah pernah merasakan installasi semua OS, mulai windows, linux server,linux desktop dan sekarang mac. windows ga usah diperdebatkan lagi ya, pasti semua kompak dengan kata susah. dan lama.

Linux untuk installasi jauh lebih enak dari windows dan mac, karena meskipun semua applikasi sudah berada di cloud tapi di linux sudah ada beberapa repository local dan repository komunitas yang saling melengkapi. dan untuk cara installasi tinggal menggunakan synaptix atau kalo pengen kelihatan keren pakai terminal (dalam hal ini membicarakan distro varian debian dan ubuntu)

{code type=”bash”}djiebrats$ sudo apt-get install namaApplikasi {/code}

Beralih ke MAC, memang masih newbie tapi sejauh inn dalam install applikasi juga lebih mudah. namun dibutuhkan jaringan/sambungan internet yang konstan dan speed yang tinggi. beberapa hari lalu saya menemukan cara install applikasi menggunakan terminal yaitu dengan macport.

sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat untuk saya pribadi.

Team Baru..

Akhirnya..

untuk nemenin si

 

jadi :

+
=

 

 

 

MacPort apaan ya?

mungkin bisa disebut nuebie kurang ajar yang ga ngerti istilah ini. akhirnya bertanya ke yang pintar.

djiebrats : macport apaan sich?

Mbah Google : http://lmgtfy.com/?q=macport+apaan+sih%3F

dan akhirnya baca-baca di sini

jadi kalo sudah pernah pake linux pasti sering pakai sudo apt-get  atau yum dll lha macport ini kaya begonoan nya di mac.

MacPorts, sebelumnya dikenal sebagai DarwinPorts merupakan sebuah manajeman perangkat lunak yang memudahkan instalasi aplikasi pada sistem operasi mac. Umumnya perangkat lunak yang diinstalasikan melalui macport merupakan aplikasi open source. Manajemen perangkat lunak ini memiliki kesamaan tujuan dan fungsi seperti yang terdapat pada keluarga port BSD, apt-get pada Debian dan turunannya, yaitu untuk memudahkan instalasi paket instalasi dengan memenuhi setiap depedensi yang dibutuhkan oleh setiap paket aplikasi yang diinstal secara otomatis. Perintah sederhana yang digunakan untuk menggunakan macports adalah #port install <nama aplikasi>.

MacPort saat ini dihost pada Mac OS Forge, sebuah repository perangkat lunak pihak ketiga yang dibuat dan dikelola oleh perusahaan Apple. Pada Agustus 2011, MacPorts telah mencapai versi 2.0.1 dengan koleksi port sekitar 8300 buah. Kabar baiknya, mirror lokal macports kini tersedia di Indonesia, berita selengkapnya bisa di lihat di sini.

Instalasi MacPorts.

Download dan install macports yang sesuai dengan sistem operasi anda di sini, dengan catatan aplikasi X Code developer tool telah terinstal sebelumnya, bagi pengguna Mac OS X Lion, instalasi X Code dapat dilakukan melalui App Store. Setelah X Code dan MacPorts terinstall, instalasikan komponen command line tool pada X Code dengan membuka menu X Code – preference – Download. Setelah itu buka terminal dan pastikan macports yang terintal merupakan versi terupdate dengan mengetik perintah sudo port -v selfupdate.

dan lagi-lagi saya ngopi dari link yang tadi:

Sortcut SSH

Sering kali kalau mau remote server biasanya nulis panjang

{code type=”bash”}ssh namauser@namaserver.domain.com {/code}

dan kalau kita terlalu sering meremote sepertnya juga mulai malas untuk nulis panjang. dan daripada susah akhirnya buat sortcut aja di komputer linux kesayangan #sekalianRefresh (pasti komputernya ga pernah mati)

 

edit file .bashrc lalu tambahkan alias di file tersebut

{code type=”bash”} alias namaserver =’ssh username@namaserver.domain.com’ {/code}

lalu restart komputer anda

dan setelah itu tinggal manggil dengan

{code type=”bash”
}bisma@bisma-desktop:~$ namaserver {/code}

Hello world!


Alhamdulillah..
akhirnya punya blog #lagi

setelah yang dulu-dulu tidak ada kabarnya.
semoga di alamat baru ini bisa semakin update mengenai apapun

Alasan kenapa POST-IT

bukan ada maksud ataupun menggunakan ini apalagi disangkutkan dengan benda yang berwarna kuning yang seringkali menempel di ruang-ruang kantor. namun fungsi utamanya mirip.

Yups.. untuk mengingatkan

entah untuk mengingatkan sapa pun yang jelas untuk mengingatkan diri saya pribadi karena sudah mulai merasa sering lupa.

{code type=php}

<?php

echo “hello Word”;

?>

{/code}