Archive for : August, 2013

17 Agustus di Ranu Kumbolo

MERDEKA..
Enam Puluh Delapan tahun Indonesia merdeka, dan di tahun ini kemerdekaan itu saya rasakan berbeda. tahun ini saya bersama 2 kawan lain pergi ke ranu kumbolo yang berada di pendakian menuju mahameru. persiapan hanya 1 minggu sejak ide awal tercetus. memang ide awal ingin melihat seperti apa sih ranu kumbolo, apakah sama kaya yang di film “5 CM”.

Ranu Kumbolo
persiapan badan [NIHIL], Persiapan Logistik [Mie, pop mie, roti], persiapan pakaian [jaket-jaket tebel] sudah dipersiapkan. di pagi hari tanggal 17 agustus kami berkumpul di bungurasih lalu menuju ke arjosari (malang) menggukanan bus ekonomi AC dengan tiket Rp. 13000 dilanjutkan dengan mencari angkot menuju tumpang (ada angkot TA dan AT) dengan biaya Rp. 6000. sesampainya di tumpang kami mencari puskesmas untuk mencari surat keterangan sehat. karena syarat untuk mendaki adalah :

  1. surat keterangan sehat
  2. foto kopi ktp/identitas lain
  3. materai (1 materai/team)

setelah surat keterangan sehat didapat, kami mengisi perut dengan makan enak sebelum makan mie dan roti2 lalu mencari angkutan menuju ranu pani. ada 2 moda transportasi menuju ranu pani yang pertama adalah truk dan jeep terbuka yang membedakan tentu saja daya angkut. bila truk bisa mengangkut 20an orang dan jeep  hanya 10 orang dengan tarif yang sama 35000/orang. kebetulan kita menggunakan truk selain lebih luas sehingga tidak terasa capai dan kami pikir lebih aman. kami bersama 13 orang dari bandung, dan 10 orang dari bekasi.

kami tiba di terminal ranu pane (yang bersebelahan dengan ranu nya) jam 1 lebih dikit, dan sampai di pos lapor penanjakan pukul 13.15 dan kami segera disuruh untuk mendaftar karena pukul 13.30 pendaftaran/perijinan untuk pendakian sudah dilarang. sehingga banyak yang harus menunggu 1 hari di ranu pani. yang satu truk dengan kita yang berhasil mendaftar hanya kami dan rombongan dari bandung. menurut informasi sudah ada sekitar 3000-4000 orang yang ada diatas.

kami mulai perjalan tepat pada pukul 14.00, sepanjang perjalanan disuguhi berbagai macam pemandangan indah dan kebetulan kami masih bisa melihat lautan di atas awan. hanya kata subhanallah yang wajib terucap selama terjalanan selain pemandangan kami juga sudah disambut dengan hawa yang cukup dingin. selama perjalanan kita banyak berhenti untuk mengambil nafas, minum, dan nyamil kurma untuk menambah stamina. Tepat pukul 20.00 kami tiba di ranu kumbolo dan suhu udara sudah mulai dingin.

langit..

segera kami mendirikan tenda, dan memulai untuk memasak air untuk membuat pop mie. karena dinginnya suhu diluar sehingga banyak yang hanya berdiam diri di tenda, dan sedikit teriakan dan diikuti oleh yang lain. kami mencoba untuk tidur namun ternyata suhu udara lebih kuat membuat tubuh kita enggan untuk tidur. tubuh hanya menggigil disertai dengan teriakan-teriakan agar lebih hangat. pada pukul 00.08 ada tetangga tenda berteriak kalau suhu udara sudah mencapai 1.8 derajat hampir di titik beku. sehingga kami hanya terjaga dan mencoba tidur-tidur ayam. hal lain adalah buang air kecil adalah hal yang sepele, namun perjuangan bila dilakukan di ranu kumbolo saat malam.

pagi hari jam 05.30 sudah mulai terang, matahari sudah mulai muncul namun belum membuat dingin pergi. aktivitas pagi sudah mulai dilakukan orang-orang, tetapi bukan aktivitas yang dilakukan dirumah yang bangun tidur langsung mandi tetapi aktivitas untuk segera membuat air untuk minum minuman hangat ataupun membuat makanan. saya sempat berkeliling disekitar perkemahan dan berfoto-foto.

setelah mulai hangat, banyak yang berencana termasuk kami untuk menuju ke tanjakan cinta dan oro-oro ombo. sekitar pukul 08.00 kami menuju sisi lain dari ranu kumbolo. tepat di bawah tanjakan cinta sudah banyak yang mulai mendaki, dan banyak juga yang tidak melihat kebawah. dan tiada salahnya untuk mencoba mitos dari mahameru untuk mendaki dan memikirkan orang yang dikasihi atau dicintai selama menanjak. memang bukan hal mudah menanjak pada tanjakan cinta ini. beberapa kali harus berhenti untuk mengambil nafas dan melihat berapa tinggi lagi yang harus dicapai.

tepat setelah tanjakan cinta kita disuguhkan sebuah padang savana yang luas (bisa untuk buat perumahan) namun sayang bunga edewise (bunga abadi) sedang tidak berbunga, jadi hanya warna coklat yang terhampar bukan warna unggu. kami putuskan tidak turun karena kurang menarik dan kembali ke perkemahan untuk persiapan pulang.

kami berencana pulang pukul 11.00 namun ternyata pukul 10.30 kami sudah siap berangkat. perjalanan pulang sama seperti berangkat yang membedakan hanya barang bawaan saja, ketika berangkat kita penuh dengan logistik makanan dan minuman namun ketika pulang kita harus membawa sampah yang telah kita gunakan di gunung (menjaga gunung tetap bersih) dan itu menjadi syarat ketika mendaki yang nantinya akan ditanyakan dan diminta ketika kita keluar atau melapor di pos pendakian.

kami sampai di post pendakian pada pukul 15.00, dan langsung bersih diri untuk langsung menuju terminal truk agar tidak kemalaman sampai di surabaya. saya kurang memperhatikan perjalanan menuju tumpang karena terlalu capai sehingga tertidur di truk (untungnya cuma berisi 17 orang jadi lebih leluasa) dan sampai di tumpang lanjut dengan angkot carteran menuju arjosari dengan tarif  Rp.10000 / orang. lalu pulang ke surabaya.

saran ketika ke ranu kumbolo atau lebih naik.

  1. bawalah baju hangat yang banyak
  2. bawa sleeping bag
  3. bawa tenda yang layak
  4. bawa makanan manis untuk perjalanan (coklat, madu, permen)
  5. bawa makanan bergizi (telur, sosis, pentol) agar tidak jenuh makan mie
  6. gunakan sepatu yang nyaman (sepatu gunung), usahakan bawa sandal gunung untuk ganti.
  7. kamera

Page_01 Page_02 Page_03 Page_04 Page_05 Page_06 Page_07 Page_08 Page_09 Page_10

Happy Ied Mubarak

Selamat Hari Raya Idul fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah saya lakukan baik sengaja dan tidak sengaja.

Hasil dari sidang sempro ku tanggal 22 Juli Kemarin yang bertepatan dengan puasa romadhan meskipun di setujui untuk menjadi sebuah tesis tetapi disertai juga dengan revisi yang diberikan oleh penguji.