FAKTOR ADOPSI LAYANAN E-GOVERNMENT JENIS LAYANAN KOMUNIKASI

Faktor sikap / perilaku, persepsi easy of use, dan perceive image, dan self-efficacy yang menjadi faktor yang mempengaruhi niat penggunaan e-government untuk layanan komunikasi.

ABSTRAK

Penyediaan layanan publik melalui sistem e-goverment telah terbukti mampu meningkatkan kualitas layanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Namun sayangnya, hasil penelitian menunjukkan masih rendahnya tingkat penerimaan dan pemanfaatan layanan e-government di negara berkembang. Meskipun pemahaman tentang manfaat sistem e-government telah diketahui oleh masyarakat namun dalam kenyataannya tidak menjamin masyarakat benar-benar bersedia menggunakannya. Akibatnya, potensi manfaat dari investasi besar sistem e-government di Indonesia selama ini tidak dapat dinikmati, bahkan kemungkinan besar akan sia-sia.

Penelitian ini bertujuan meneliti dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi individu pengguna (pelaku bisnis dan masyarakat umum) untuk bersedia menggunakan layanan e-government jenis interaksi komunikasi yang telah disediakan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode SEM- PLS dengan melibatkan 93 responden dan menghasilkan faktor sikap / perilaku, persepsi easy of use, dan perceive image, dan self-efficacy yang menjadi faktor yang mempengaruhi niat penggunaan e-government. Faktor-faktor adopsi tersebut selanjutnya akan dikaji implementasinya dalam proses desain aplikasinya, manajemen layanan, hingga kebijakan pendukung layanan e-government yang ada di Indonesia.

Download Paper Lengkap

Kementrian komunikasi dan informatika mendefinisikan e-government sebagai “Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintahan”. Tujuan dari e-government merupakan perpaduan dari kumpulan TIK, sehingga dengan perkembangan teknologi membuat suatu koneksi digital yaitu :1) E- Government anak menghubungan antar departemen. 2) Menghubungkan antara pemerintah dan masyarakat. 3) Menghubungkan antara pemerintah dan bisnis. 4) Menghubungkan antara komunitas, social dan perkembangan ekonomi (Heeks, 2006).

Strategi implementasi e-government yang dilakukan oleh kemenkominfo untuk meningkatkan kualitas e-government berfokus pada empat aspek antara lain : peraturan dan kebijakan; organisasi dan lembaga; aplikasi; dan infrastruktur. Salah satu point pada aspek tersbut adalah pada aspek aplikasi dengan mengembangkan aplikasi back office dan front office yang berorientasi G2B,G2C dan G2G. (Firmansyah Lubis (Direktur e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), 2013)

Rahadian Bisma 1, Tony Dwi Susanto Ph. D.2
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus Keputih, Sukolio Surabaya 60111
Telp: (031)5999944, Fax:(031)5964965
Email : 1 rahadian.bisma@gmail.com ; 2 tonydwisusanto@is.its.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *