Tag : apache

Installasi symfony 2.x

Symfony memang sudah lama saya gunakan untuk mengerjakan project. namun symfony berkembang dengan pesat dan mengeluarkan product terbarunya untuk menggantikan symfony terdahulu (yang saya pakai versi 1.x)

Symfony Framework adalah Full Stack Framework yang menggabungkan open source libraries kedalam sebuah system kerangka kerja yang berbeda dari kerangka kerja PHP kebanyakan.

dan karena terlalu banyak source library maka symfony menggunakan sebuah tools management package yang biasa dikenal dengan nama composer (nama nya cocok untuk orkestra, ada symfony ada composer) dapat di selidiki di https://getcomposer.org

Composer is a tool for dependency management in PHP. It allows you to declare the dependent libraries your project needs and it will install them in your project for you.

Dengan menggunakan Composer, kita akan dengan mudah memanage dependency (libraries) pada framework yang akan kita gunakan. pada composer terdapat banyak libraries yang telah terdapat pada packagist yang akan memudahkan kita dalam mendevelop. kita tidak perlu pusaing dimana mendownload library, cara setting, autoloadnya dll.cukup mendaftarkan library yang Anda butuhkan dalam blok requirepada composer.json

ada 2 cara dalam mendownload composer

{code type=php}$ curl -s https://getcomposer.org/installer | php{/code}

atau langsung mendownload dari https://getcomposer.org

lalu lakukan update composer dengan

{code type=php}$php /var/www/composer.phar self-update{/code}

kembali lagi ke symfony 2

{code type=php}//Saya menggunakan mac

//Folder tujuan dari symfony harus harus dalam keadaan kosong

$ php composer.phar create-project symfony/framework-standard-edition ./Symfony{/code}

installasi symfony2

 

vhost di xampp pada mac

dikutip dari http://cois.is.uad.ac.id/forum/showthread.php?tid=75

Apa sih Virtual Host?

Ini menurut Apache

Quote:The term Virtual Host refers to the practice of running more than one web site (such as http://www.company1.com and http://www.company2.com) on a single machine. Virtual hosts can be “IP-based”, meaning that you have a different IP address for every web site, or “name-based”, meaning that you have multiple names running on each IP address. The fact that they are running on the same physical server is not apparent to the end user.

Kurang lebih intinya begini:

Quote:Virtual Host itu digunakan untuk membuat lebih dari 1 nama web/domain pada satu mesin (server). Virtual Host bisa berdasarkan IP yang artinya kita mempunyai IP yang berbeda untuk setiap situs. Atau Virtual Host berdasarkan pada nama/domain, yang artinya setiap nama/domain bisa mengunkaan 1 IP saja.

Nah saya akan mencontohkan penggunaan Virtual Host “Name Based”, jadi nanti kita menggunakan 1 IP untuk membuat multiple name/domain.
IP yang kita gunakan adalah IP Lokal komputer kita 127.0.0.1 atau nama gaulnya LOCALHOST Hammer

Sebelumnya install dulu web server lokal dikomputer teman2

  1. Kita siapkan dulu nama domain yang akan kita pakai.

    Quote:djiebrats.net

    Huh

  2. Kita buat folder untuk domain rootnya, misal ayamgoreng
    Untuk windows silakan buat di C:\xampp\htdocs\djiebrats\
    Untuk Linux silakan buat di /opt/lampp/htdocs/djiebrats/
    Untuk Mac silakan buat di /Applications/XAMPP/htdocs/djiebrats atau tempat lain yang nantinya diset Di vhost kalian
  3. Huh
  4. Selanjutnya kita akan mengedit file bernama hosts
    Untuk Windows, filenya ada di C:\windows\system32\drivers\etc
    Untuk Linux, filenya ada di /etc/
    Untuk Mac, filenya ada di /etc/
    di baris paling bawah kita bisa tambahkan kode berikut;

    Quote:127.0.0.1 djiebrats.net

    Ingat, file ini harus diedit dengan kedaan kita sebagai administrator/root.untuk windows Saya Kurang Tahu Gimana pengaturannya Huh

  5. Edit file httpd.conf yang ada di dalam web server (XAMPP)
    Untuk windows ada di C:\xampp\apache\conf\httpd.conf
    Untuk Linux ada di /opt/lampp/etc/httpd.conf
    Untuk Mac ada di /Applications/XAMPP/etc/httpd.conf
    Tambahkan baris berikut dibagian paling bawah;
    Windows

    Quote:<VirtualHost djiebrats.net *:80>
    Options All
    DocumentRoot C:\xampp\htdocs\djiebrats.net\
    ServerName djiebrats.nt
    NameVirtualHost djiebrats.net
    </VirtualHost>

    Linux

    Quote:<VirtualHost djiebrats.net *:80>
    Options All

    #bisa ditempat lain
    DocumentRoot /opt/lampp/htdocs/djiebrats
    ServerName djiebrats.net
    NameVirtualHost djiebrats.net
    </VirtualHost>

    Mac

    Quote:<VirtualHost djiebrats.net *:80>
    Options All

    #bisa dilokasi lain Dan disesuaikan
    DocumentRoot /Users/djiebrats/repo_git/djiebrats
    ServerName djiebrats.net
    NameVirtualHost djiebrats.net
    </VirtualHost>

    kemudian disave.

Jalankan dulu XAMPP Servernya, lalu buka browser dan ketikkan alamat http://djiebrats.net

Membuat Virtual Host di Mac

Apaan sih virtual Host??

The term Virtual Host refers to the practice of running more than one web site (such as company1.example.com andcompany2.example.com) on a single machine. Virtual hosts can be “IP-based“, meaning that you have a different IP address for every web site, or “name-based“, meaning that you have multiple names running on each IP address. The fact that they are running on the same physical server is not apparent to the end user.

Apache was one of the first servers to support IP-based virtual hosts right out of the box. Versions 1.1 and later of Apache support both IP-based and name-based virtual hosts (vhosts). The latter variant of virtual hosts is sometimes also called host-based or non-IP virtual hosts.

 

sumber

 

Kenapa harus pake Virtual Host??

biar mac kita serasa server beneran. dan kangen aja sama linux.

Langkah 1

Karena saya telah membuat settingan apache yang mungin berbeda dari versi yang ada (disini).

seluruh setting apache milik saya berada di /opt/local/apache2/

sehingga saya memerlukan setting yang berbeda pula. namun untuk versi yang asli atau tetap menggunakan milik mac asli file berada di /private/etc/apache2

atau tutorial bisa dilihat disini

Buat alamat domain yang anda inginkan di

/etc/hosts

Lakukan dengan mengedit file tersebut (dengan file editor kesayangan anda)

{code type=shell}sudo vi /etc/hosts{/code}

##
# Host Database
#
# localhost is used to configure the loopback interface
# when the system is booting.  Do not change this entry.
##
127.0.0.1	localhost
127.0.0.1	dewi.cantik
172.16.168.128	bisma
255.255.255.255	broadcasthost
::1             localhost 
fe80::1%lo0	localhost

dalam contoh diatas saya menambahkan domain dewi.cantik dan nantinya akan dijadikan nama domain.

Langkah 2

Buka dan edit file di

/opt/local/apache2/conf/extra/httpd-vhosts.conf

file tersebut adalah dimana anda melakukan penambahan configurasi pada virtual web anda. dan file itu bersinonim dengan file /etc/apache2/site-available/namaVirtualHost
Lakukan dengan mengedit file tersebut (dengan file editor kesayangan anda)
{code type=shell}sudo vi /opt/local/apache2/conf/extra/httpd-vhosts.conf{/code}

dan saya menambahkan baris dibawah ini pada akhir file, dan untuk yang lain bisa di comment. dan silahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan anda
{code}
<VirtualHost  *:80>
DocumentRoot “/Users/rahadianbisma/repo_git”
ServerName dewi.cantik
</VirtualHost>
{/code}

DocumentRoot adalah lokasi dari file applikasi yang akan anda tempatkan
ServerName adalah nama domain disesuaikan dengan yang di /etc/hosts
lalu kita harus mengenable kan vhost yang telah kita buat dengan cara edit file /opt/local/apache2/conf/httpd.conf
{code}sudo vi /opt/local/apache2/conf/httpd.conf{/code}

cari bagian

# Virtual hosts
Include conf/extra/httpd-vhosts.conf

dan hilangkan tanda #

Langkah 3

restart Apache using the command below (type it into Terminal):
sudo apache2ctl restart

tergantung setting anda

Contoh Select Query MySql di PHP

Sekian lama berkutat dengan PHP framework dan Database kemarin ada yang tanya tentang php basic, lha ndelalah malah lupa cara bikin koneksi ke database. akhirnya cari-cari dan ketemu di tempat mas kurniawan.

{code type=php}
$host = “localhost”;
$user = “…”; # masukkan nama user database yang sebenarnya di sini
$pass = “…”; # masukkan password database yang sebenarnya di sini
$db = “test”; # masukkan nama database yang sebenarnya di sini

# pertama, konek. nama variabel $conn di sini singkatan dari
# “connection” (tentu saja anda bebas memakai nama lain)
$conn = mysql_connect($host, $user, $pass) or
die(“Gagal melakukan koneksi ke database!”);

# kedua, pilih DB. argumen kedua $conn umumnya tidak perlu disebutkan
# lagi kecuali jika ada lebih dari satu koneksi yang anda lakukan
mysql_select_db($db, $conn) or
die(“Gagal memilih database $db: “.mysql_error());

# ketiga, lakukan query. nama variabel $res di sini singkatan dari
# “result” (tentu saja anda bebas memakai nama lain). argumen kedua
# $conn umumnya tidak perlu disebutkan lagi kecuali jika ada lebih
# dari satu koneksi yang aktif
$res = mysql_query(“SELECT * FROM orang”, $conn) or
die(“Gagal query: “.mysql_error($conn));

# keempat, ambil baris-baris hasil
$rows = array();
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) $rows[] = $row;

# terakhir, tampilkan (atau proses hasil, dsb)
print_r($rows);
{/code}

atau

{code type=php}
$host = “:/tmp/mysql413.sock”;
$user = “root”; # masukkan nama user database yang sebenarnya di sini
$pass = “”; # masukkan password database yang sebenarnya di sini
$db = “test”; # masukkan nama database yang sebenarnya di sini

# pertama, konek. nama variabel $conn di sini singkatan dari
# “connection” (tentu saja anda bebas memakai nama lain)
$conn = mysql_connect($host, $user, $pass) or
die(“Gagal konek!”);

# kedua, pilih DB. argumen kedua $conn umumnya tidak perlu disebutkan
# lagi kecuali jika ada lebih dari satu koneksi yang anda lakukan
mysql_select_db($db, $conn) or
die(“Gagal memilih database $db: “.mysql_error());

# ketiga, lakukan query. nama variabel $res di sini singkatan dari
# “result” (tentu saja anda bebas memakai nama lain). argumen kedua
# $conn umumnya tidak perlu disebutkan lagi kecuali jika ada lebih
# dari satu koneksi yang aktif
$res = mysql_query(“SELECT * FROM orang”, $conn) or
die(“Gagal query: “.mysql_error($conn));

# keempat, ambil baris-baris hasil
$rows = array();
while ($row = mysql_fetch_assoc($res)) $rows[] = $row;

# terakhir, tampilkan (atau proses hasil, dsb)
echo “<table cellpadding=5 border=1>”;
echo “<tr bgcolor=#cccccc>
<th>ID</th>
<th>Nama depan</th>
<th>Nama belakang</th>
<th>Tanggal lahir</th>
</tr>”;

$i = 0;
foreach ($rows as $row) {
$bgcolor = $i++ % 2 ? “#f0f0f0” : “#ffffff”;
echo “<tr bgcolor=$bgcolor>
<td>$row[id]</td>
<td>$row[nama_depan]</td>
<td>$row[nama_belakang]</td>
<td>$row[tanggal_lahir]</td>
</tr>”;
}

echo “</table>”;
{/code}
sumber : milik kawan saya

add / delete static routing on mac mountain lion

sometimes we feel lazy to have to connect to wifi campus  or business office and connect the modem to a personal. and this happened to me today, because there are parts I need online, and also to collect duties through the campus network.

the solution is simple, unplug the modem and use the wifi (consequently can not browse internet quickly)

I finally decided to try out a friend’s new science by adding static routing on the macbook. so that the current routing towards my college with a manual, and the rest let the internet business.

ip address from the campus network 10.126.10.20

and i have connect to wifi and i get ip 10.239.2.189

dan i have connect to modem and i get dhcp IP

first..
let’s cek route table with

{code}netstat -nr{/code}

route table

and

{code}sudo route -n add 10.126.10.20 10.239.2.1{/code}

and type your password

cek again route table with

{code}netstat -nr{/code}

after add route

——————

to delete static route you can use

{code}sudo route -n delete 10.126.10.20 10.239.2.1{/code}

reference : man route and google

Membuat alias di Terminal for Mac

Seringkali kita pengen cepat, pingin instan ketika menjalankan perintah melalui terminal. atau bahkan kita sering lupa untuk mengingat perintah yang harus digunakan

saya juga pernah menulis, gimana caranya membuat sortcut pada linux, dapat di baca di sini

pertanyaan : “Gimana cara bikin sortcut nya?”

solusi :
Buat aja alias.
caranya,edit file .profile dengan text editor kesayangan
{code}vi .profile{/code}

lalu buat alias untuk contoh ini saya membuat alias untuk merestart apache, sehingga tambahkan alias pada .profile
{code}alias apache2ctl=’sudo /opt/local/apache2/bin/apachectl'{/code}

berikutnya reload profile atau bash_profil anda dengan perintah
{code}source ~/.profile{/code}

berikutnya Try It!!
{code}apache2ctl start{/code}

Install PHP under macport

Lanjutan tutorial apache under macport

untuk selanjutnya kurang lengkap jika apache tanpa php, bagai sayur tanpa garam. jadi sekarang kita install php dengan menggunakan mac port

{code}sudo port instal php5{/code}

kalau sudah.. aktivkan php pada apache

{code}
cd /opt/local/apache2/modules
sudo /opt/local/apache2/bin/apxs -a -e -n “php5” libphp5.so
{/code}

lalu buat file php.ini dengan cara

{code}

sudo cp /opt/local/etc/php5/php.ini-development /opt/local/etc/php5/php.ini

{/code}

 

lalu restart apache2 anda dengan perintah
{code}sudo /opt/local/apache2/bin/apachectl restart{/code}

dan coba buat file phpinfo

tutorial : http://2tbsp.com/content/install_apache_2_and_php_5_macports

Install apache2 under macport

Dokumentasi ini sepertinya akan saya butuhkan suatu saat nanti. entah kapan itu dan semoga dapat membantu saya besok-besok

Pertanyaan : “Kenapa harus pakai Apache2, kenapa ga pake Instan webserver?”
1. Karena saya terbiasa menggunakan linux sehingga sudah sangat lama saya familiar dengan apache dan ada greget untuk mainan terminal. biar mac serasa linux.
2. Kebutuhan framework yang saya gunakan mengharuskan mengcustom beberapa bagian dari webserver yang tidak dapat ditemukan di instan webserver
3. pengen beda.
4. penasaran.

Alat dan Bahan

1. Siapkan Mac anda posisikan dengan upgrade atau OS terbaru (biar mudah cari software pendukung lain)

2.  Macport dapat di unduh disini usahakan yang terbaru

3. XCODE Usahakan juga yang terbaru. saya terkendala lama dengan xcode karena besarnya file yang di download dan kecilnya bandwith mendownload. usahakan juga menggunakan xcode dari penyedia resmi.

4. Componen XCODE >> command line tools

Cara

1. Install XCODE dengan baik dan benar

2. Install Command Line Tools dengan baik dan benar

3. Install Macport dengan baik dan benar

Jreng.. jreng…
sudah tahap ini selesai waktunya install apache2

{code}sudo port install apache2{/code}

tunggu hingga selesai, kalau sudah waktunya config

buka /opt/local/apache2/conf/httpd.conf dengan text editor favorit anda

{code}sudo vi  /opt/local/apache2/conf/httpd.conf{/code}

  • Lalu ubah DocumentRoot bila anda menginginkan document rootnya diganti

dalam hal ini kita terserah mau ubah kemana pun lokasi DocumentRoot
DocumentRoot “/opt/local/apache2/htdocs”
menjadi
DocumentRoot “/Library/WebServer/Documents”

bila anda merubah document root anda juga harus merubah seluruh path yang mengarah ke /opt/local/apache2/htdocs menjadi tujuan document root anda
{code}
<Directory “/opt/local/apache2/htdocs”>
menjadi
<Directory “/Library/WebServer/Documents”>
{/code}

  • Tambahkan index.php pada dir_module:

{code}
<IfModule dir_module>
DirectoryIndex index.html index.php
</IfModule>{/code}lalu tambahkan pada <IfModule mime_module>{code}

AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps
{/code}

lalu buka comment
{code}Include conf/extra/httpd-userdir.conf{/code}
Simpan dan tutup httpd.conf
buat file baru di document root anda dan simpan.
lalu restart apache2 anda dengan perintah
{code}sudo /opt/local/apache2/bin/apachectl restart{/code}

Agar lebih mudah dalam melakukan start dan stop kita dapat menambahkan profil atau alias pada system kita dengan menambahkan

{code}alias apache2ctl=’sudo /opt/local/apache2/bin/apachectl'{/code}

di file .profile sehingga kita hanya tinggal memanggil dengan apache2ctl start atau apache2ctl stop. bila sudah lakukan reload profile dengan

{code}source ~/.profile{/code}

dan kita juga bisa mengatur agar apache dapat berjalan otomatis ketika system booting dengan

{code}sudo launchctl load -w /Library/LaunchDaemons/org.macports.apache2.plist{/code}

bila sampai saat ini, anda sudah bisa membuka localhost seperti :
apache sukses
berarti anda sudah berhasil..
mari kita lanjutkan ke  installasi php.sampai jumpa link berikutnya