Tag : mac-2

Mencari file di linux melalui Terminal

Pencarian file yang biasanya aku lakukan adalah mencari letak file berdasarkan nama file tersebut dengan perintah :

find / -name namafile.txt

Find = merupakan perintah pencarian
/ = direktori tempat pencarian
-name = penentuan nama sebagai parameter kunci

Berdasarkan informasi hasil penjelajahan dengan google aku menemukan bahwa:

  1. Ada beberapa aplikasi pencarian.
  2. Mencari file dangan nama tertentu.
  3. Mencari file dengan tipe tertentu.
  4. Mencari file dengan ukuran tertentu.
  5. Mencari file yang dimiliki oleh user.
  6. Melakukan aksi untuk hasil pencarian.
  7. Mencari file dengan hak akses tertentu
  8. Dan banyak yang canggih lainnya..,

Kali ini aku akan mencoba menjelaskannya. Ya meskipun copypaste dari source lain, nanti ada kok sourcenya silahkan di cari satu – satu.

  1. Beberapa macam aplikasi pencarian di linux.

whereis

whereis khusus digunakan untuk mencari file binary, source dan manual page. penggunaanya cukup dengan perintah whereis namaprogram

locate

perintah locate digunakan untuk mencari file berdasarkan basis data yang dipakai updatedb. penggunaanya lebih luas dan umum dari pada whereis

find

perintah find inilah perintah yang luar biasa untuk digunakan.

  1. Mencari file dengan nama.

(more…)

bermain Tunnel

Kemarin dapat tawaran dari seorang teman untuk meningkatakn kecepatan bandwidth dan internetan gratis dengan menggunakan beberapa celah dari provider. dengan menggunakan ssh tunnel.

lhoh kok bisa??

bisa!!! dengan memanfaatkan celah port yang ada pada provider dan meneruskan paket datanya ke ssh yang kita punyai. saya memerlukan waktu 1 hari untuk mempelajarinya (maklum nuebie) dan mencobanya pada platform windows. saya pelajari arus datanya dan apa2 saja yang dibutuhkan dan memang trik memang trik.

triknya adalah!! karena port yang digunakan untuk akses adalah port 8089 bukan port standart jadi jika kita melakukan ke port standart maka koneksi akan langsung terputus.

Logic :

  1. connect dengan modem GSM
  2. lakukan ssh ke server dengan port 8089 dari localhost kita
  3. bind atau tunnelkan ke port lain
  4. setting proxy pada browser dan kawan2nya

untuk melakukannya di windows memerlukan beberapa applikasi yang cara kerjanya antara lain

  1. membuka port 8089
  2. koneksi ssh dan melakukan bind untuk tunnel
  3. applikasi yang mengarahkan proxy.

namun ketika saya menggunakan mesin unix (linux/mac) dan kebetulan sudah mengetahui cara kerjanya makan hanya dibutuhkan 1 line perintah dan panduan manual ssh. berikut adalah caranya

ssh -D 1080 -L 8089:116.251.xxx.xxx:143 116.251.xxx.xxx -l bisma

penjelasan :

SSH : perintah untuk melakukan koneksi secara aman

-D 1080 : port 1080 untuk tunnel kita dengan protokol SOCK5

-L 8089:116.251.xxx.xxx:143 : cara kita melakukan koneksi. contoh disamping melakukan koneksi dari localhost port 8089 menuju ip server 116.251.xxx.xxx dan port tujuan 143

116.251.xxx.xxx : server tujuan

-l bisma : username untuk server tujuan

Cara melihat port yang terbuka di mac

In Mac OS X, I do use

{code}netstat -a -p tcp{/code}

Though the ideal one to list all open ports in Mac OS X being opened is

{code}lsof -i -P | grep -i “listen”{/code}

or

{code}netstat -a -p tcp|grep -i “listen”{/code}

 

Tunnel di mac atau linux

Di terminal ketik

ssh -D [port] -l [username] [hostname]

Keterangan:
port = port tunnel
username = user login SSH server
hostname = Ip atau hostname SSH server

Contoh:
ssh -D 1080 -l root 10.10.21.1

Kemudian di tanya password, masukan password SSH server.

Tinggal pasang aja 127.0.0.1 port 1080 sock5.

 

kalau butuh hanya untuk command, tanpa harus mengeksekusi server tujuan bisa menggunakan tambahan options

-N Do not execute a remote command. This is useful for just for-
warding ports (protocol version 2 only).

sehingga menjadi

ssh -D 8080 -C -N username@example.com

vhost di xampp pada mac

dikutip dari http://cois.is.uad.ac.id/forum/showthread.php?tid=75

Apa sih Virtual Host?

Ini menurut Apache

Quote:The term Virtual Host refers to the practice of running more than one web site (such as http://www.company1.com and http://www.company2.com) on a single machine. Virtual hosts can be “IP-based”, meaning that you have a different IP address for every web site, or “name-based”, meaning that you have multiple names running on each IP address. The fact that they are running on the same physical server is not apparent to the end user.

Kurang lebih intinya begini:

Quote:Virtual Host itu digunakan untuk membuat lebih dari 1 nama web/domain pada satu mesin (server). Virtual Host bisa berdasarkan IP yang artinya kita mempunyai IP yang berbeda untuk setiap situs. Atau Virtual Host berdasarkan pada nama/domain, yang artinya setiap nama/domain bisa mengunkaan 1 IP saja.

Nah saya akan mencontohkan penggunaan Virtual Host “Name Based”, jadi nanti kita menggunakan 1 IP untuk membuat multiple name/domain.
IP yang kita gunakan adalah IP Lokal komputer kita 127.0.0.1 atau nama gaulnya LOCALHOST Hammer

Sebelumnya install dulu web server lokal dikomputer teman2

  1. Kita siapkan dulu nama domain yang akan kita pakai.

    Quote:djiebrats.net

    Huh

  2. Kita buat folder untuk domain rootnya, misal ayamgoreng
    Untuk windows silakan buat di C:\xampp\htdocs\djiebrats\
    Untuk Linux silakan buat di /opt/lampp/htdocs/djiebrats/
    Untuk Mac silakan buat di /Applications/XAMPP/htdocs/djiebrats atau tempat lain yang nantinya diset Di vhost kalian
  3. Huh
  4. Selanjutnya kita akan mengedit file bernama hosts
    Untuk Windows, filenya ada di C:\windows\system32\drivers\etc
    Untuk Linux, filenya ada di /etc/
    Untuk Mac, filenya ada di /etc/
    di baris paling bawah kita bisa tambahkan kode berikut;

    Quote:127.0.0.1 djiebrats.net

    Ingat, file ini harus diedit dengan kedaan kita sebagai administrator/root.untuk windows Saya Kurang Tahu Gimana pengaturannya Huh

  5. Edit file httpd.conf yang ada di dalam web server (XAMPP)
    Untuk windows ada di C:\xampp\apache\conf\httpd.conf
    Untuk Linux ada di /opt/lampp/etc/httpd.conf
    Untuk Mac ada di /Applications/XAMPP/etc/httpd.conf
    Tambahkan baris berikut dibagian paling bawah;
    Windows

    Quote:<VirtualHost djiebrats.net *:80>
    Options All
    DocumentRoot C:\xampp\htdocs\djiebrats.net\
    ServerName djiebrats.nt
    NameVirtualHost djiebrats.net
    </VirtualHost>

    Linux

    Quote:<VirtualHost djiebrats.net *:80>
    Options All

    #bisa ditempat lain
    DocumentRoot /opt/lampp/htdocs/djiebrats
    ServerName djiebrats.net
    NameVirtualHost djiebrats.net
    </VirtualHost>

    Mac

    Quote:<VirtualHost djiebrats.net *:80>
    Options All

    #bisa dilokasi lain Dan disesuaikan
    DocumentRoot /Users/djiebrats/repo_git/djiebrats
    ServerName djiebrats.net
    NameVirtualHost djiebrats.net
    </VirtualHost>

    kemudian disave.

Jalankan dulu XAMPP Servernya, lalu buka browser dan ketikkan alamat http://djiebrats.net

Membuat Virtual Host di Mac

Apaan sih virtual Host??

The term Virtual Host refers to the practice of running more than one web site (such as company1.example.com andcompany2.example.com) on a single machine. Virtual hosts can be “IP-based“, meaning that you have a different IP address for every web site, or “name-based“, meaning that you have multiple names running on each IP address. The fact that they are running on the same physical server is not apparent to the end user.

Apache was one of the first servers to support IP-based virtual hosts right out of the box. Versions 1.1 and later of Apache support both IP-based and name-based virtual hosts (vhosts). The latter variant of virtual hosts is sometimes also called host-based or non-IP virtual hosts.

 

sumber

 

Kenapa harus pake Virtual Host??

biar mac kita serasa server beneran. dan kangen aja sama linux.

Langkah 1

Karena saya telah membuat settingan apache yang mungin berbeda dari versi yang ada (disini).

seluruh setting apache milik saya berada di /opt/local/apache2/

sehingga saya memerlukan setting yang berbeda pula. namun untuk versi yang asli atau tetap menggunakan milik mac asli file berada di /private/etc/apache2

atau tutorial bisa dilihat disini

Buat alamat domain yang anda inginkan di

/etc/hosts

Lakukan dengan mengedit file tersebut (dengan file editor kesayangan anda)

{code type=shell}sudo vi /etc/hosts{/code}

##
# Host Database
#
# localhost is used to configure the loopback interface
# when the system is booting.  Do not change this entry.
##
127.0.0.1	localhost
127.0.0.1	dewi.cantik
172.16.168.128	bisma
255.255.255.255	broadcasthost
::1             localhost 
fe80::1%lo0	localhost

dalam contoh diatas saya menambahkan domain dewi.cantik dan nantinya akan dijadikan nama domain.

Langkah 2

Buka dan edit file di

/opt/local/apache2/conf/extra/httpd-vhosts.conf

file tersebut adalah dimana anda melakukan penambahan configurasi pada virtual web anda. dan file itu bersinonim dengan file /etc/apache2/site-available/namaVirtualHost
Lakukan dengan mengedit file tersebut (dengan file editor kesayangan anda)
{code type=shell}sudo vi /opt/local/apache2/conf/extra/httpd-vhosts.conf{/code}

dan saya menambahkan baris dibawah ini pada akhir file, dan untuk yang lain bisa di comment. dan silahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan anda
{code}
<VirtualHost  *:80>
DocumentRoot “/Users/rahadianbisma/repo_git”
ServerName dewi.cantik
</VirtualHost>
{/code}

DocumentRoot adalah lokasi dari file applikasi yang akan anda tempatkan
ServerName adalah nama domain disesuaikan dengan yang di /etc/hosts
lalu kita harus mengenable kan vhost yang telah kita buat dengan cara edit file /opt/local/apache2/conf/httpd.conf
{code}sudo vi /opt/local/apache2/conf/httpd.conf{/code}

cari bagian

# Virtual hosts
Include conf/extra/httpd-vhosts.conf

dan hilangkan tanda #

Langkah 3

restart Apache using the command below (type it into Terminal):
sudo apache2ctl restart

tergantung setting anda

install phpmyadmin on mac

Use MacPorts to install the latest version of phpMyAdmin.

sudo port install phpmyadmin

Update Apache’s httpd.conf file to find phpmyadmin. First add the following lines to the end of the file:

# Local access to phpmyadmin installation
Include conf/extra/httpd-phpmyadmin.conf

and then create a file /opt/local/apache2/conf/extra/httpd-phpmyadmin.conf containing this text:

AliasMatch ^/phpmyadmin(?:/)?(/.*)?$ "/opt/local/www/phpmyadmin$1"

<Directory "/opt/local/www/phpmyadmin">
  Options -Indexes
  AllowOverride None
  Order allow,deny
  Allow from all

  LanguagePriority en de es fr ja ko pt-br ru 
  ForceLanguagePriority Prefer Fallback
</Directory>